Posts Tagged ‘LoVe

10
Aug
09

When I’m 64

Balik dari Bandar Jakarta hari Sabtu kemaren, Bapak Ibu dan Bayu misah ke toko buku.

Mama dan Adek mau ke resepsi nikah anaknya temen Mama di Kelapa Gading

Gw dan Pandu, pacaran! Hehe

Nonton UP yang udah kepengen dari minggu sebelumnya

Telp Bayu, ternyata Bapak Ibu dan Bayu lagi ada di PI

Asik bisa nitip beliin tiket nonton di EX

Mama nitip beliin kue buat dibawa ke Malaysia dan titip nuker uangnya ke money changer

Untungnya Ibu juga mau beli kue untuk temennya, jadi bisa nitip beliin kue buat Mama.

Pas ketemuan sama Bapak Ibu Bayu di PI, gw jadi keingetan rasanya jalan-jalan bareng waktu belum ada Nara. Rasanya kok beda ya? I kinda miss that feeling

Film UP bagus deh…romantis banget dan lucu

Gw dan Pandu dibeliin tiket yang 3D, jadi lebih keren gambarnya walopun kacamatanya agak reseh dipake, hehe

Trus malemnya jadi ngomongin apakah kita bakal bareng terus sampe tua yah?

Wallahu alam yaaa..

Abis itu Pandu nyanyiin lagu When I’m 64-nya the Beatles. Ini adalah salah satu lagu yang diciptakan Paul McCartney saat dia umur 16 tahun.

And it is officially our new song…haha

Here goes the lyrics:

When I get older losing my hair,
Many years from now.
Will you still be sending me a valentine
Birthday greetings bottle of wine.

If I’d been out till quarter to three
Would you lock the door,
Will you still need me, will you still feed me,
When I’m sixty-four.

You’ll be older too,
And if you say the word,
I could stay with you.

I could be handy, mending a fuse
When your lights have gone.
You can knit a sweater by the fireside
Sunday mornings go for a ride.

Doing the garden, digging the weeds,
Who could ask for more.
Will you still need me, will you still feed me,
When I’m sixty-four.

Every summer we can rent a cottage,
In the Isle of Wight, if it’s not too dear
We shall scrimp and save
Grandchildren on your knee
Vera, Chuck & Dave

Send me a postcard, drop me a line,
Stating point of view
Indicate precisely what you mean to say
Yours sincerely, wasting away

Give me your answer, fill in a form
Mine for evermore
Will you still need me, will you still feed me,
When I’m sixty-four.

10
Aug
09

When I'm 64

Balik dari Bandar Jakarta hari Sabtu kemaren, Bapak Ibu dan Bayu misah ke toko buku.

Mama dan Adek mau ke resepsi nikah anaknya temen Mama di Kelapa Gading

Gw dan Pandu, pacaran! Hehe

Nonton UP yang udah kepengen dari minggu sebelumnya

Telp Bayu, ternyata Bapak Ibu dan Bayu lagi ada di PI

Asik bisa nitip beliin tiket nonton di EX

Mama nitip beliin kue buat dibawa ke Malaysia dan titip nuker uangnya ke money changer

Untungnya Ibu juga mau beli kue untuk temennya, jadi bisa nitip beliin kue buat Mama.

Pas ketemuan sama Bapak Ibu Bayu di PI, gw jadi keingetan rasanya jalan-jalan bareng waktu belum ada Nara. Rasanya kok beda ya? I kinda miss that feeling

Film UP bagus deh…romantis banget dan lucu

Gw dan Pandu dibeliin tiket yang 3D, jadi lebih keren gambarnya walopun kacamatanya agak reseh dipake, hehe

Trus malemnya jadi ngomongin apakah kita bakal bareng terus sampe tua yah?

Wallahu alam yaaa..

Abis itu Pandu nyanyiin lagu When I’m 64-nya the Beatles. Ini adalah salah satu lagu yang diciptakan Paul McCartney saat dia umur 16 tahun.

And it is officially our new song…haha

Here goes the lyrics:

When I get older losing my hair,
Many years from now.
Will you still be sending me a valentine
Birthday greetings bottle of wine.

If I’d been out till quarter to three
Would you lock the door,
Will you still need me, will you still feed me,
When I’m sixty-four.

You’ll be older too,
And if you say the word,
I could stay with you.

I could be handy, mending a fuse
When your lights have gone.
You can knit a sweater by the fireside
Sunday mornings go for a ride.

Doing the garden, digging the weeds,
Who could ask for more.
Will you still need me, will you still feed me,
When I’m sixty-four.

Every summer we can rent a cottage,
In the Isle of Wight, if it’s not too dear
We shall scrimp and save
Grandchildren on your knee
Vera, Chuck & Dave

Send me a postcard, drop me a line,
Stating point of view
Indicate precisely what you mean to say
Yours sincerely, wasting away

Give me your answer, fill in a form
Mine for evermore
Will you still need me, will you still feed me,
When I’m sixty-four.

21
Jul
09

Dating, sorta kinda

Berhubung udah keburu dibeliin tiket Harry Potter untuk wiken kemarin

Dan gw ngerasa udah enakan alias ngga selemes hari rabu-jumat

So off we went to see Harry Potter

Cuma berdua

Nah klo nonton emang rada sering sih berduaan sama Pandu

Tapi rasanya ngga termasuk kategori ngedate

Karena biasanya kita selalu buru-buru

Biasanya ni nontonnya pulang kantor, filmnya antara setengah 7. Jadi dari kantor buru-buru, sampe di PI atau EX solat magrib, lari-lari ke bioskop, sempetin beli makanan trus lari-lari lagi masuk ke bioskop. Nah itu juga biasanya filmnya langsung mulai karena mepet masuknya. Trus balik nonton langsung pulang karena mau ngejer ketemu Nara sambil berdoa semoga dia belum tidur.

So I wouldn’t call it a date, would you? Ngga ada ngobrol-ngobrol santainya…hihi yaiyalah di bioskop masa ngobrol? Malah suka lupa ada Pandu di sebelah saking asiknya bukan?

Nah kemaren ini, karena nontonnya siang, kita makan dulu di rumah, pas banget filmnya di jam tidurnya Nara, trus si adek juga lagi di rumah jadi bisa nyambi jadi babysitter…hihi trus sampe bioskop masih sempet liat-liat trailer film.

Anyway, komen tentang Harry Potter sendiri? U can never be satisfied with a Harry Potter movie when you already read the book. Because the whole book made Harry Potter interesting, every little detail on it keeps the story alive..so when you cut the story here and there and make a movie out of it. It’s not Harry Potter as the book tells, as JK Rowling wants to tell. There…I’ve said it.

Kalo kata Pandu, bagusnya Harry Potter dibikin serial atau cerita panjang kaya Band of Brothers gitu. Dengan demikian, semua cerita dan detail dalam bukunya bisa diceritain…dan semua penonton PUASSS!! hahaha

Trus gw bilang, ya asal yang bikin bukan the Punjabi’s aja, bisa-bisa ceritanya nyimpang sana sini demi memperpanjang ceritanya, hihi.

Selesai nonton kita ke PI ngambil sepatu PedderRed gw yang dibetulin (iyah untuk kedua kalinya haknya mau patah, seballl). Trus Pandu laper (what? Again? Bukannya sebelum nonton kita makan delivery Pizza Hut segambreng? Hehe ^dipelototin Pandu^). Gw nemenin Pandu makan Sushi Nobu sambil makan Sour Sally, yang baru gw inget tengah malem sebelum tidur “harusnya gw ga bole makan yoghurt bukan yah lagi sakit beginih?” Siallll, ngga inget sama sekali…gw cuma inget untuk ngga makan cabe/pedes ^HAL PALING ANNOYING dari sakit ini^  abis nemenin makan, gw belanja daging, ayam, ikan, jamur, bla blu bla di Food Hall, trus beli Breadtalk sebelum pulang

I felt something that I haven’t felt in a quite long time

It feels like we’re on a date, hihi

Sorta kinda

It feels GREAT just to walk  hand in hands, rangkulan tanpa ada Nara yang interrupt ngiri (dia sama sekali ga bisa liat gw ama Pandu deket-deket atau nempel, bawaannya ngiriii aja dan pasti langsung pengen nyempil…Weee Nara, hihi) Coba klo ada Nara, mana bisa jalan santai-santai sambil ngobrol? Yang ada yang satu sibuk ngejer-ngejer Nara, hahaha pegangan tangan? Susyeee…

So, that particular hour in Plaza Indonesia was definitely one of the highlight of my weekend

Don’t get me wrong

Gw menikmati banget seluruh detik yang gw habiskan dengan Nara

Kalo dulu gw ngga kebayang gimana hidup dengan seorang bayi,

Sekarang gw ngga bisa ngebayangin hidup gw tanpa Nara..

I’d probably as well die

Tapi gw dan Pandu juga butuh waktu berdua

Reminiscing old times (halah)

That’s why it feels so good when once in a while we could go on a date

It’s so precious…

13
Jul
09

The Thing I Hate Most

Is yelling at Nara

 

I hate yelling at Nara

I really hate it

It really ruins my mood, his mood

I hate how many minutes spent on telling him not to do, not to cry and do as I say

When I could have been spending those minutes cuddling with him, sing to him, read him stories or hug and kiss him

 

But I have to do it

I want to teach him good values

I want to teach him respect

 

If I let him do whatever he pleases

It will do him no good in the end

So sometimes being hard on him is truly necessary

I prefer Pandu doing it

But when Pandu is not around

I have to do it

 

But still

I hate yelling at Nara

I hate doing it!!!

When I could have been spending those moments cuddling with him, sing to him, read him stories or hug and kiss him

03
Jul
09

Puisi Ratih Sang…

Mbak Ratih Sang, mohon ijinnya ya buat posting puisinya di sini…

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah… saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)
Jakarta, 21 Agustus 2004

Dulu aja sebelum punya anak baca puisi ini berkaca-kaca

Pas udah punya anak dan selalu meniggalkannya minimal 10 jam sehari buat kerja, baca puisi ini lagi…MEWEK WEK WEKKK

Gw cerita sama Pandu tentang puisi ini, trus dia minta gw bacain lagi seingetnya gw…

Gw sesunggukan waktu mengulang lagi bagian puisi yang gw inget

Sumpah lebay abissss

In my defense: puisi ini bener2 mendeskripsikan perasaan gw (dan jutaan ibu lainnya pastinya)

Mulai mewek lagi….

Inget masa-masa lagi hamil:

Ngga berani makan junk food (walo akhirnya kadang suka nekat makan KFC saking ngilernya)

Minum susu hamil 2 kali sehari

Minum vitamin berisikan magnesium kalsium dan vitamin B-complex

Ngga makan indomie at all (kecuali pas suatu siang itu, hehe tapi itu udah hamil 8 bulan kok…dan cuma sekali doang, rasanya? NIKMAAAAT tak terkira)

Ngga pake high heels

Minum air kelapa ijo (yang gw baru tau tu ternyata ada air kelapa muda dan ada air kelapa ijo)

BEING FAT, haha sampe cincin kawin ga muat…huehe

Pusing nyari baju dan karena males beli baju hamil, gw selalu pake celana pendek dan kaos…hehe kata Pandu sexy kok, haha

Sensi berat… apalagi klo ada yang bilang gendut dan membahas kenapa naiknya bisa sampe segitu dengan muka mengernyit, pengen ngejitak sambil treak “namanya juga hamil dull!!”

SENANG karena dimanjain banget sama Pandu, suka dipijetin, dibikinin minuman enak-enak (milo maksudnya…kekeke) trus Pandu slalu mau diajakin makan ke ujung dunia manapun…u’re the best beb :)

Inget pas melahirkan Nara:

Ditungguin sama Pandu, Tantemay, Yoga, Melly yang akhirnya nyerah dan gw suruh pulang gara-gara sampe malem bukaannya ga nambah-nambah, teteuuup aja bukaan satu dari jam 8 pagi.

Begitu smua orang pulang (kecuali Pandu dong ya), Dr. Kampono nyuruh gw diinduksi aja

Tanpa tau ‘apaan tu induksi’ gw iya iya aja…haha sumpah percaya abis sama dokternya

Abis itu BERASSSA deh yang namanya sakit melahirkan, hehe

Ngga lama, sekitar 2 jam kemudian Nara lahir, setelah banyak adegan sinetron misal mencengkram tangan pandu sampe berbekas merah bak kekerasan rumah tangga, sambil gw bilang “ngga papa kok kalo kamu mau keluar, aku ga usah ditemenin gapapa kok klo kamu ga kuat” ya mana bisa Pandu kluar wong tangannya bak diborgol sama tangan gw..haha

Oya, gw masih sempet minta roti pake selai coklat dan teh manis sama suster selagi triak-triak kesakitan

Pas Nara lahir…rasanya,

Klo jaman nabi ada yang namanya mukjizat, gw yakin rasanya mirip sama apa yang gw rasain

There nothing more I can say to describe how I felt.. ‘miracle’

Tu bayi lucuuuu banget…bayi paling lucu di dunia buat gw

Walopun skarang klo liat foto-foto Nara waktu bayi agak mengernyit “ngga selucu itu deh kayanya pas bayi, hehe soalnya banyak banget bulunyaaa..hehehe” maaf ya Mas Nara hihi,

but honestly, not a day goes by without me thinkin that you are the most adorable kid in the world

Nara's birth (38)

Baby

Inget masa-masa Nara minum ASI

Kerjaan MOMPAAAAAAAAAAAAA mulu…hahaha

Klo bisa teriak tu Medela Breastpump, udah minta ampun kali…di abuse abis, haha

Pengen banget Nara bisa ASIX walopun akhirnya ternoda dengan formula pas Nara mau 5 bulan…hiks

Rasanya sedihhhh banget…apalagi pas dicampur formulanya pas gw di kantor karena stoknya abis di rumah trus malemnya Nara panas, untuk pertama kalinya. Tambah pengen mewek karena gara-gara stok asi abis, Nara jadi sakit. Berasa bloon banget karena pernah membuang belasan plastik susu dari freezer karena gw pikir ASInya rusak…padahal ternyata ngga rusak, hauhauuuu

Pertama kali Nara bisa ngomong

Adalah “AYAH” huaa sebelll a.k.a ngiriiii

Salah sendiri pengen dipanggil Bunda instead of Mama, hehe

Nara bisa bilang Bunda pas udah umur 16an bulan (klo ga salah ya) rasanya SYENANNNGGG…hihi

Days go by, tambah pinter ngomong…sampe akhirnya bisa protes kenapa gw pulang kantor lama

(padahal udah jauh mendingan Mas, coba kamu lahir Bunda masih kerja di EY..bisa-bisa kamu ngga kenal sama Bunda, hehe)

Ngga cuma protes…tapi ngambek

Dengan lantang bilang “Nara mau sama Mba Nining aja, Bunda pergi aja”

Mau meweeeeeekkkk…

Tapi gw mencoba melihat dari mata Nara

Dan gw minta maaf karena pulang malem, karena harus kerja, bla bla bla berusaha membela diri

Nara langsung minta peluk dan ngomong dengan lebih lunak tentang  ‘protes’nya kenapa gw ngga ada di rumah

Hikssssssssss pengen resign rasanya liat muka Nara…

Jadiii…

Puisi ini bener-bener menggambarkan perasaan gw (dan jutaan ibu lainnya pastinya)

That’s why it feels better when I know that I’m not alone, millions of mummies feel the exact same feeling I have




Archives

I’m thinkin of

and you were saying...

retna on G-Pluck, Beatles Night at Plan…
seavidae on Why Se a Vida e’
sukma on Why Se a Vida e’
seavidae on Akan indah Pada Waktunya…
sparklinginthedark on Akan indah Pada Waktunya…

Archives


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.