Malem minggu kemaren gw, Pandu, Adek dan Nara makan di Pizza ê Birra
I’m not gonna review the food, Anggi has done a better job at it
Makanannya enak dengan menu yang unik
Gw mau ngomongin tentang budaya nge-bir yang diusung oleh si restoran ini
Begitu masuk kita disuguhi dengan jargon-jargon tentang bir
Ga inget semua, tapi salah satunya “beer is dignity”
Setelah budaya ‘wine tasting’ yang lumayan sukses bergulir
Sekarang tampaknya akan dimarakkan budaya ‘nge-bir’
Iya gw ga mau naïf, orang ngebir dan minum alcohol emang udah dari jaman nenek moyang dulu
Tapi menikmatinya di restoran keluarga?
Iya, itu adalah restoran keluarga? Tau darimana? Dari high chair yang mereka sediakan, kertas bergambar dan krayon yang disediakan buat anak gw dan yang paling obvious adalah kids meal
Do they ask for an ID to the customer who orders beer?
Nah, sekarang gw ga ngomongin restoran ini yaa tapi topik ‘minum’ secara general
I’m not a saint nor the most religious person
Believe me, I’m far from there
Tapi yang gw tau dan yang gw bisa lakukan…akan gw lakukan
Yang gw tau, untuk orang islam, minum alcohol itu haram, even a drop of it
Ga perlu gw cantumin dalil naqli-nya kan? Semua orang Islam juga gw yakin udah tau itu
Gw ga menganggap gw lebih baik dari orang lain
I swear it’s not the point
Kenapa?
Karena gw menganggap semua orang bertanggung jawab atas tindakannya
Apapun pilihan yang dia buat dalam hidupnya, harusnya dia tau risikonya dan bisa mentolerir risiko itu bukan?
Gw cuma prihatin
Apa yang akan terjadi dengan dunia kita saat anak gw beranjak remaja nanti ya?
How am I gonna protect him (and hopefully kalo dikasih, hehe her younger sister) from bad influences?
How am I going to teach good values, Islamic values ketika dunia yang dia hadapi sehari-hari ngga seperti yang diajarkan Ayah Bundanya?
and you were saying...